Tuesday, May 31, 2016

Produk Furniture Mebel Jepara

Jepara  adalah sebuah kota penghasil produk-produk mebel berkualitas dunia, Jepara sendiri dikenal sebagai kota ukir, hal ini menunjukkan bahwa memang kota jepara adalah penghasil furniture, selain terkenal dengan furniture mebel jepara, kota ini juga terkenal sebagai kota kelahiran pahlawan RA Kartini, jepara sendiri memang sering menghasilkan produk furniture berkualitas, buktinya furniture mebel jepara sudah diakui masyarakat dunia dan sering ekspor ke negara-negara Eropa seperti Inggris, belanda dan masih banyak lainnya, hal ini membuktikan bahwa furniture mebel jepara merupakan salah satu kiblat permebelan di Indonesia.

furniture mebel jepara mewah
Furniture mebel jepara sendiri memiliki banyak sekali jenis furniture, diantaranya yang palin terkenal dari furniture mebel jepara adalah kursi tamunya, ada kursi tamu minimalis, kursi tamu klasik, kursi tamu ukiran, dan jenis kursi tamu lainnya, selain kursi tamu produk yang terkenal dar furniture mebel jepara adalah dipan atay tempat tidur, di furniture mebel jepara ada dipan minimalis, ukir, dan dipan mewah, hal itupun menjadi bukti produktifitas dari mebel jepara, namun akhir-akhir ini memang sedikit mengalami penurunan produksi, hal ini dikarenakan banyak perusahaan furniture menbel jepara yang bangkrut.

Masalah inipun masih belum jelas penyebabnya, mungkin persaingan pasar mebel yang ketat dan harga kayu yang semakin melambung menjadi penyebabnya, pemerintah kabupaten jepara sendiri menganggap masalah ini sabagai masalah yang serius dan perlu perhatian pemerintah, jika terus menerus dibiarkan tanpa ada bantuan dari pemerintah nisa saja nama kota jepara sebagai penghasil furniture terbaik hanya tinggal nama saja, sangat disayangkan bukan jika furniture mebel jepara hanya tinggal nama.

Untuk kemajuan furniture mebel jepara berdiri sebuah universitas swasta di JEPARA yang memiliki fakultas desain produk mebel, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan SDA anak-anak jepara dalam dunia mebel yang kini sudah semakin ditiggalkan.

No comments:

Post a Comment